Pemprov Sulsel Tak Ajukan Tambahan Kuota untuk PPPK Guru Tahap  Terbaru!!! Pemprov Sulsel Tak Ajukan Tambahan Kuota untuk PPPK Guru Tahap 3

Pemprov Sulsel tak mengajukan perhiasan kuota untuk penerimaan PPPK dalam seleksi tahap 3 tahun 2022. Foto/Ilustrasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) tak mengajukan perhiasan kuota untuk penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK dalam seleksi tahap 3 tahun 2022. Hal itu disebabkan masih banyak sisa kuota deretan tahun 2021 yang belum terisi.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi, menuturkan total deretan yang disiapkan pada tahun kemudian sebanyak 8.350 kuota. Kuota yang terisi dari tahap 1 sebanyak 1.669 dan tahap 2 sebanyak 1.765.

“Jadi kami masih memiliki kurang lebih 4.916 deretan lagi yang aku kira mesti dimanfaatkan oleh para guru-guru di tahap 3, lantaran memang keperluan guru besar,” ungkap Imran.
Imran mengatakan, pihaknya sudah mengawali mendata keperluan PPPK pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel, utamanya deretan non guru, seumpama tenaga penyuluh lapangan dan tenaga pengendali hama. Formasi itu pun sudah diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
“Untuk Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) itu, Alhamdulillah, Gubernur sudah menyepakati untuk memperbesar deretan kurang lebih 69 orang. Itu juga kami sudah menyurat secara resmi ke Menpan-RB untuk dimasukkan,” jelasnya.
Dia menerangkan Menpan-RB dikala ini sudah membuka kegiatan penginputan kembali e-Formasi untuk setiap provinsi di seluruh Indonesia. Namun jadwalnya berbeda-beda. Sulsel sendiri dikenali memperoleh jatah tanggal 4 hingga 13 Juli 2022.
“Artinya kami mesti manfaatkan waktu itu untuk menginput bila ada pergeseran formasi. Perubahan itu sanggup berupa penambahan, pengurangan, ataupun penggantian. Setelah simpulan itu akan ada jeda waktu 1 hingga 2 bulan gres timbul formasi, lantaran kan kami input semua formasi, tetapi belum pasti seluruhnya disetujui,” beber dia.
Berdasarkan kegiatan nasional, kemungkinan untuk tes PPPK guru tahap III dan PPPK non-guru pada tahun 2022 ini diprediksi akan dijalankan secara bersamaan. Sementara terkait surat keputusan (SK) PPPK guru yang lulus pada tahap II, Imran menyodorkan bahwa sementara berproses. Sedang berproses. Ini sedang kami persiapkan, ini nanti aku tanda tangani kemudian terus ke BKN (Badan Kepegawaian Negara). Memang perlu waktu untuk menyelesaikan. Makara kami cuma ingin berpesan terhadap teman-teman PPPK yang sudah lulus tahap II untuk sabar menanti, lantaran pada waktunya akan simpulan juga,” tuturnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHBun) ini menambahkan, pengajuan deretan PPPK ini sejalan dengan rencana pembatalan tenaga honorer oleh pemerintah pusat. Karena itu, knstitusi pemerintahan cuma sanggup membuka dua rekrutmen pegawai yaitu CPNS dan PPPK.
Tenaga honorer yang tidak terserap CPNS maupun PPPK, kata dia, akan beralih status menjadi outsourcing. Pihaknya juga sudah memetakan jumlah tenaga honorer, jenis pekerjaan tergolong kompetensinya.

Saat ini tercatat ada 11.425 honorer Pemprov Sulsel. Namun tidak semua pekerjaan honorer cocok untuk jadi outsourcing. BKD sudah merencanakan bagan bila seandainya tenaga honorer ini tidak seluruhnya terserap menjadi tenaga outsourcing.

“Makanya nanti pada waktu tes dibuka deretan itu. Tes-tesnya teman-teman yang petugas harian lepas, petugas honorer ikut semua tes,” pungkas Imran.
(tri Syamsi Nur Fadhila

Lihat juga :  Terbaru!!! Thr Pppk Bagaimana Apabila Perjanjian Kerja Tmt 1 Mei

Info Update CPNS 2022/2023 cek di https://www.sscnbkn.win/