CPNS dan PPPK yang Mengundurkan Diri Bakal Diberikan Sanksi Terbaru!!! CPNS dan PPPK yang Mengundurkan Diri Bakal Diberikan Sanksi

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi penerimaan 2021, bakal diberikan hukuman tegas. Foto: Ilustrasi

 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi penerimaan 2021, bakal diberikan hukuman tegas.
Pasalnya, langkah-langkah CPNS dan PPPK yang mengundurkan diri setelah lulus seleksi penerimaan 2021 itu merugikan negara. Selain itu, langkah-langkah sejumlah CPNS dan PPPK tersebut menutup potensi peserta lain yang mungkin menyanggupi syarat.

“Kami dalam Tim Panselnas bareng BKN dan instansi terkait yang lain akan memperketat proses seleksi sampai CPNS dan PPPK tersebut diterima. Seandainya ada di antara mereka mengundurkan diri menyerupai yang terjadi di saat ini, akan diberi hukuman yang tegas dan berat mudah-mudahan tidak merugikan negara dan memiliki pengaruh jera di lalu hari,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo dalam keterangannya, Senin (30/5/2022).
Tjahjo Kumolo mengatakan, akan memperkuat metode pengadaan CPNS dan PPPK secara keseluruhan. Tjahjo pun meminta kementerian/lembaga terkait terutama Badan Kepegawaian Negara (BKN) mudah-mudahan deretan yang ditinggalkan tersebut sanggup diisi kembali apabila proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) belum dilakukan, mudah-mudahan keadaan ini tidak terjadi kembali.
Pemerintah Dalam pengadaan CPNS, kata Tjahjo, pemerintah sudah menjumlah secara saksama berapa jumlah SDM yang diinginkan beserta dengan ongkos yang diinginkan dalam penyelenggaraan seleksinya.
“Dengan ongkos itu, pemerintah sebaiknya mendapat ASN yang diinginkan dengan kompetensi sesuai dengan jabatannya. Namun alasannya ada yang mengundurkan diri, formasinya jadi kosong. Biaya yang dikeluarkan besar, namun tidak mendapat SDM-nya,” kata Tjahjo.
Berdasarkan Pasal 54 PermenPANRB Nomor 27/2021 wacana Pengadaan PNS, pelamar yang sudah lulus seleksi akan diangkat menjadi CPNS oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) setelah mendapat persetujuan teknis dan penetapan NIP oleh BKN. Jika mengundurkan diri diberikan hukuman dihentikan melamar pada penerimaan ASN untuk periode satu tahun berikutnya.
Hal ini juga berlaku untuk PPPK yang mengundurkan diri dimana tercantum dalam Pasal 35 PermenPANRB Nomor 29/2021 wacana Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional dan Pasal 41 PermenPANRB Nomor 28/2021 wacana Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021.
Namun demikian kewenangan PPK dalam menyediakan hukuman aksesori sanggup dijalankan sesuai dengan keperluan masing-masing dan ditetapkan oleh PPK pada di saat pengumuman seleksi dengan konsekuensi yang diberikan terhadap pelamar.
Tjahjo juga menerangkan deretan yang ditinggalkan oleh pelamar yang mengundurkan diri tidak sanggup diisi pada tahun ini, tetapi sesuai dengan prosedur penyusunan rencana dan pengadaan ASN hal tersebut sanggup disarankan kembali.
“Dengan mengajukan ajuan keperluan serta penghitungan evaluasi jabatan dan beban kerja sesuai dengan keperluan organisasi baik CPNS maupun PPPK pada tahun budget berikutnya,” pungkasnya.

Raka Dwi Novianto
Lihat juga :  Terbaru!!! Lowongan Dosen Tetap Its Tahun 2022 Untuk Lulusan S2-S3 Cek Syaratnya

Info Update CPNS 2022/2023 cek di https://www.sscnbkn.win/
Pendaftaran.net