menerangkan mekanisme pengisian posisi yang kosong usai  Terbaru!!! BKN Jelaskan Prosedur Pengisian Posisi yang Ditinggalkan 442 PPPK

Lihat Foto
Ilustrasi ASN dan PNS.(TRIBUN JABAR)
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerangkan mekanisme pengisian posisi yang kosong usai 442 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengundurkan diri.

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Satya Pratama mengungkapkan, ketentuan itu tertuang dalam Peraturan BKN Nomor 1 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PPPK dan ialah pelaksanaan ketentuan Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Lantas, bagaimana posisi kandidat PPPK yang kosong itu kembali diisi?

“Dapat digantikan oleh peserta seleksi urutan selanjutnya dari peringkat tertinggi sesuai hasil seleksi. (Karena NIPPPK) belum (ditetapkan),” ujar Satya , Kamis (2/6/2022).

Lihat juga :  Terbaru!!! Seleksi Pppk 2022 Dimulai Sebelum Honorer Di Hapus

Akan tetapi, hal yang berlainan berlaku untuk posisi yang ditinggalkan oleh kandidat PPPK yang telah memiliki NIPPPK (Nomor Induk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan belum/sudah ditetapkan Keputusan Pengangkatannya.

Satya menyampaikan deretan itu tidak sanggup diisi, walau sanggup dipertimbangkan pada keperluan jabatan pada rekrutmen berikutnya.

Sementara itu, bagi kandidat PPPK yang telah ditetapkan NIPPPK, tetapi belum ditetapkan keputusan pengangkatannya, maka BKN sanggup membatalkan NIP nya dengan melampirkan surat pengunduran diri atau surat keterangan meninggal dunia.

Satya menyebut keputusan yang PPPK ambil mesti dilaporkan secara tertulis terhadap Ketua Panselnas dan mengumumkannya terhadap publik.

Adapun Satya enggan membeberkan argumentasi 442 PPPK itu mengundurkan diri.

Lihat juga :  Terbaru!!! Tenaga Kesehatan Honorer Akan Diangkat Jadi Pppk Oleh Pemerintah

“Lebih sempurna jikalau yang menyodorkan dari instansi yang merekrut PPPK,” imbuhnya.

Untuk diketahui, BKN mencatat ada ratusan PPPK yang mengundurkan diri. Total PPPK yang mengundurkan diri meraih 442 orang.

Dalam data BKN , Rabu (1/6/2022), tercatat 104 orang di klasifikasi PPPK Guru Tahap I mengundurkan diri.

Tahap I yaitu penerimaan PPPK yang penetapannya NIP-nya pada Januari 2022.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi instansi yang paling banyak ditinggalkan di klasifikasi ini, yaitu tujuh orang.

Kemudian disusul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 5 orang dan Pemerintah Kabupaten Merauke 5 orang juga.

Di klasifikasi PPPK Guru Tahap II atau penetapan NIP pada April 2022, ada 280 orang yang mengundurkan diri. Pemprov Jabar lagi-lagi menjadi instansi yang paling banyak ditinggalkan dengan 39 orang mengundurkan diri.

Lihat juga :  Terbaru!!! Tempat Yang Sudah Siap Membuka Deretan Untuk Guru Honorer Dapat Lulus Tanpa Tes

Lalu Pemprov Jawa Tengah yang sebanyak 29 orang mengundurkan diri. Kemudian, 15 PPPK mundur dari Pemprov Jawa Timur.

Sementara itu, 58 orang mengundurkan diri di klasifikasi PPPK Non Guru. Pemprov Jatim menjadi instansi yang paling banyak ditinggalkan, meraih delapan orang yang mundur.

Kemudian disusul Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang sama-sama ditinggalkan tujuh orang.kompas


Info Update CPNS 2022/2023 cek di https://www.sscnbkn.win/
Pendaftaran.net