menjalankan kerjasama dan sinkronisasi dengan pemerintah provinsi Terbaru!!! 193.954 Peserta Lolos Passing Grade Diutamakan Isi Formasi PPPK 2022

Lihat Foto
Ilustrasi guru honorer.(M.LATIEF/KOMPAS. 
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menjalankan kerjasama dan sinkronisasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, dan Sulawesi Utara, di Surabaya, pada 12 – 15 Juli 2022.

Koordinasi yang didatangi oleh bagian Badan Kepegawaian Daerah dan dinas pendidikan ini dijalankan dalam rangka pemenuhan keperluan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk jabatan fungsional guru pada instansi tempat tahun 2022.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani mengatakan, seleksi ASN PPPK 2021 sudah meluluskan 239.860 guru honorer dari 506.252 deretan yang diajukan pemerintah daerah.

Saat ini, masih terdapat 193.954 peserta yang sudah lulus ambang batas (passing grade) pada 2021, tetapi belum mendapat deretan PPPK.

“Ini yang hendak kita utamakan untuk rekrutmen tahun 2022. Pekerjaan rumah kita bareng yakni 193.954 yang sudah dinyatakan lulus passing grade seleksi 2021 mudah-mudahan mendapat deretan tahun 2022,” kata ia dalam keterangannya, Kamis (14/7/2022).

Lihat juga :  Terbaru!!! 4 Data Wajib Dilengkapi Pelamar Pppk Guru Tahap 3 Tahun 2022 Syarat Analisa Dan Verifikasi Kemdikbud

Nunuk melanjutkan, keperluan deretan untuk tahap ketiga pada 2021 tetap ada dan akan digabungkan dengan deretan tahun 2022.

Pemerintah sentra berharap mudah-mudahan pemda untuk sesegera mungkin mengajukan kuota deretan guru PPPK tahun 2022.

“Kami berharap setelah rapat kerjasama ini bapak dan ibu panitia tempat memperbesar kuota formasi, sehingga sanggup menyanggupi pekerjaan rumah kita pada tahun depan,” terang dia.

Sebagaimana diketahui, amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pemda menampilkan kewenangan dan tanggung jawab terkait pemenuhan atau pengajuan deretan ASN PPPK terhadap pemerintah daerah.

“Kami menolong mudah-mudahan hal tersebut terlaksana dengan baik dan sesuai sehingga guru-guru bermutu yang menyanggupi kuota tersebut,” tutur dia.

Bagi 193.954 peserta yang sudah lulus seleksi 2021, mereka akan diprioritaskan untuk mendapat deretan ASN PPPK 2022.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2022 Tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Lihat juga :  Terbaru!!! Pemkab Cuma Bisa Honor Pppk Sampai Desember 2022

Nunuk menjelaskan, pergeseran prosedur dalam penerimaan Guru ASN PPPK 2022 terjadi setelah Kemendikbud Ristek bareng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menjalankan penilaian terhadap seleksi tahun lalu.

Oleh sebab itu, ada pergeseran prosedur seumpama peserta prioritas seleksi Guru ASN PPPK. Prioritas pertama yakni guru yang sudah lulus passing grade pada tahun kemudian tetapi belum mendapat formasi.

“Kami menghendaki bapak dan ibu pemerintah tempat punya perhatian yang besar seumpama kita sebab pemenuhan keperluan guru ada pekerjaan kita bersama. Kaprikornus kerja sama yang bagus antara kita akan menciptakan guru-guru terbaik yang diangkat jadi guru ASN PPPK,” ungkap Nunuk.

Asisten Deputi Perencanaan Jabatan Perencanaan dan Pengadaan Sumber Daya Manusia Aparatur Kemenpan-RB, Aba Subagja menambahkan, regulasi PermenpanRB 20/2022 mengutamakan 193.954 peserta yang lulus passing grade untuk mendapat deretan ASN PPPK 2022 dikarenakan sudah terbukti memiliki kompetensi selaku guru.

Lihat juga :  Terbaru!!! Bkd Ungkap Guru Pppk Dikontrak 5 Tahun, Sk Diserahkan Usai Idul Fitri

Dengan demikian, lebih banyak mengakomodasi dalam deretan sehingga sanggup mengangkat mereka menjadi ASN PPPK.

“Memang ada perbedaan dari PermenpanRB nomor 28 tahun 2021 dengan PermenpanRB nomor 20 tahun 2022, sehingga ini sebuah terobosan yang dijalankan untuk mengakomodasi peserta yang sudah lulus tetapi deretan belum ada. Secara kompetensi tercukupi dan memiliki rekam jejak baik,” tegas Aba.

Aba juga mengajak seluruh pemerintah tempat merekomendasikan kuota deretan sesuai dengan keperluan masing-masing. Saat ini, pemerintah memfokuskan ASN PPPK pada bidang pendidikan.

Apabila para guru honorer tidak diangkat menjadi ASN PPPK, maka akan mengusik pelayanan dasar pada bidang pendidikan. Dampaknya yakni pada mutu pendidikan nasional.

“Kami mohon bantuan seluruh pemerintah daerah, jangan hingga terjadi pada teman-teman kita yang sudah mengabdi. Kami sudah merencanakan dari segi kebijakan tetapi pemerintah tempat minim terhadap deretan yang diusulkan. Kaprikornus tidak perlu kalut sebab ini undangan pemerintah pusat,” terang Aba. kompas


Info Update CPNS 2022/2023 cek di https://www.sscnbkn.win/